Siswa Madrasah Raih Juara Kompetisi Astronomi Dunia

On Jumat, Juli 31, 2020

Sahabat Abdima,
Siswa Madrasah kembali mengukir prestasi pada tingakat dunia atau Internasional. Adalah Yafi Amri, siswa Madrasah Aliyah Negeri 1 Pekanbaru (MAN 1 Pekanbaru) yang berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan meraih Juara pada International Award Astonomy and Astrophysics Competition (IAAC) Edition of 2020. 

“Alhamdulillah, kita bersyukur. Keberhasilan Yafi Amri ini menjadi bukti tidak lunturnya semangat siswa untuk belajar di tengah pandemi covid-19,” ujar Kepala MAN 1 Pekanbaru Marzuki, demikian kami kutip dari laman Kemenag, Rabu (29/07).

Siswa Madrasah Raih Juara Kompetisi Astronomi Dunia

IAAC atau Kompetisi Astronomi Astrofisika Internasional merupakan ajang kompetisi astronomi online untuk siswa dari semua negara termasuk siswa dari Indonesia. Yafi Amri menjadi satu-satunya siswa Indonesia yang berhasil meraih juara pada kompetisi ini.

Pada tahun ini, IAAC diikuti oleh siswa dari 74 negara di dunia. Yafi yang saat ini duduk di kelas XII Mia Smart Cendikia (MSC) 2 MAN 1 Pekanbaru menurut Marzuki berhasil mengungguli peserta dari 72 negara lainnya, seperti Malaysia, Amerika, Eropa, dan lainnya.

“Dengan melewati tiga babak, babak penyisihan, pre final dan final, akhirnya anak kita Yafi Amri berhasil meraih juara 2 Internasional Award pada kompetisi yang diadakan oleh lembaga IAAC Space,” ungkap Kepala MAN 1 Pekanbaru penuh rasa bangga dan haru.

Sementara, guru pendamping Yafi, Khairul Munir menyampaikan perjuangan siswanya untuk meraih juara 2 internasional sudah dimulai sejak Mei 2020. “Untuk pengumuman pemenang babak penyisihan diumumkan tanggal 25 Mei 2020, nama Yafi Amri keluar sebagai peserta yang maju ke babak pre final. Babak pre final diumumkan tanggal 29 Juni 2020 dan pengumuman final pada 27 Juli 2020,” kisah Khairul.

Dengan prestasinya sebaga Juara 2 IAAC Edition of 2020, Yafi pun berhak mendapatkan penghargaan sertifkat Internasional dan uang tunai USD100.

“Alhamdulillah Yafi Amri merupakan satu- satunya siswa utusan Indoensia yang bisa lolos pada babak Final dengan berhasil meraih juara 2 setelah juara 1 dari India dan Pakistan. Semoga ini menjadi motivasi bagi anak-anak madrasah untuk terus berprestasi di ajang Nasional dan Internasional,” harap Khairul Munir.
Sumber : Kemenag

Siswa Madrasah di Kudus Sukses Menciptakan Obat Herbal

On Sabtu, November 17, 2018

Obat dengan bahan herbal dianggap lebih aman dibandingkan obat berbahan kimia. Hal ini menjadi pendorong empat orang siswa-siswi Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MA NU) Nurul Ulum Jekulo Kudus untuk berinovasi dengan tanaman yang tumbuh di sekitar mereka.

Keempat siswa-siswi tersebut adalah Adelita Pratiwi, Naeli Rohmah, Nurul Lailiyah, dan Moh Alwi Sihabuddin. Mereka berhasil mengubah tanaman akar anting-anting menjadi obat herbal bagi penyakit asam urat dan kolesterol.

Pada awalnya mereka berkeinginan untuk mengikuti ajang Krenova, lomba kreativitas dan inovasi masyarakat. Lomba ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Kudus. Keempatnya dibimbing langsung oleh guru pembimbing dalam mencari ide inovasi. Berhasil menyabet juara satu, mereka berhak lanjut ke tingkat provinsi, lagi-lagi berhasil menjadi pemenang pada lomba Krenova tahun 2018 di tingkat Jawa Tengah.

Siswa Madrasah di Kudus Sukses Menciptakan Obat Herbal

Menurut salah satu anggota tim, Adelita Pratiwi, tanaman akar anting-anting terdapat banyak di lingkungan warga. Namun dibiarkan begitu saja bahkan dianggap sebagai rumput liar.

“Setelah saya melihat ada saudara yang mengidap asam urat. Ia mengkonsumsi tanaman anting-anting, terutama yang dikonsumsi bagian akarnya. Ternyata tanaman tersebut dapat menyembuhkan asam urat dan kolesterol,” jelas seperti dikutip dari murianews.com.

Atas dasar itu, ia bersama tiga teman dan guru pembimbingnya langsung melakukan observasi dan percobaan terhadap tanaman itu. Hasil yang didapat membuktikan jika tanaman tersebut bisa menjadi obat asam urat dan kolesterol.

“Setelah enam bulan, akhirnya kami mengemasnya menjadi lima produk. Akar kering atau simplisia, sirup, kapsul, permen. Keempat produk tersebut memanfaatkan bagian akar. Produk kelima berupa keripik dengan memanfaatkan bagian daun anting-anting,” jelasnya.

Saat penelitian dan pembuatan obat berlangsung, keempatnya dibimbing oleh dua orang guru, Umi Habibah dan Faiz Nor Farida. Menurut mereka hal tersulit saat proses pembuatan produk tersebut adalah ketika menciptakan bentuk kapsul atau serbuk dari tanaman akar anting-anting.

Umi Habibah menceritakan, sewaktu menciptakan simplisia akar anting-anting, semua merasa kesulitan dalam mencari alat pengeringnya.

“Karena harus dikeringkan dengan suhu 50 - 60 derajat celcius, sementara alat oven paling rendah 100 derajat celcius. Ketika memakai oven, bisa merusak kandungan zat dalam akar anting-anting. Sementara ketika membeli, harganya cukup mahal,” jelasnya.

Rencana ke depan, ia akan berupaya mendorong para siswa-siswi untuk membuat produk sejenis, namun dengan tanaman herbal lain.

Sumber : Situs NU Online

Siswa Madrasah Berhasil Ciptakan Alat Pembuat Garam Standar SNI

On Minggu, September 30, 2018

Sahabat Abdima,
Berawal dari keprihatinan akan adanya informasi pada tahun 2017 yang banyak beredar di berbagai media bahwa Indonesia mengalami kelangkaan garam, sehingga harus impor. Padahal, Indonesia memiliki garis pantai terpanjang di dunia setelah Hawai. Pembuatan garam oleh petani garam di Indonesia rata-rata masih konvensional sehingga proses pembuatan garam menjadi lama dan hasil yang didapatkan belum memenuhi standar kualitas SNI, ini menjadi salah satu penyebab adanya kelangkaan garam di Indonesia.

Latar belakang ini yang membuat Zaki Zaidan dan Archie Vian Nizam Efendi, siswa MTs Negeri 1 (MTs N 1) Kota Malang memutuskan untuk membuat karya ilmiah berjudul "Celtro-G (Accelerator Salt Processing Technology): Berbasis Geomembran dan Efek Rumah Kaca dengan Teknologi Pemurni Vakum Sebagai Alternatif Teknologi Produksi Garam Konvensional Untuk Produsen Garam Nasional". Di bawah bimbingan Zahratul Mufidah guru pembina KIR MTsN 1 Kota Malang, kedua siswa ini membuat alat CELTRO-G untuk mempercepat pembuatan garam dan menghasilkan produk yang sesuai SNI.

Siswa Madrasah Berhasil Ciptakan Alat Pembuat Garam Standar SNI

Berkat karya ilmiahnya tersebut, dua siswa MTs Negeri 1 (MTs N 1) Kota Malang ini, berhasil menyabet Juara 2 Madrasah Young Researcher Super Camp (MYRES) Tahun 2018 pada kategori bidang sains, matematika dan pengembangan tehnologi. Keberhasilan keduanya terasa makin istimewa, karena kelompok peneliti asal Kota Malang ini menjadi satu-satunya finalis yang masih duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah diantara enam tim finalis pada kategori sains, matematika, dan pengembangan teknologi. Karena lima kelompok lainnya merupakan siswa Madrasah Aliyah.

Sebagaimana kami lansir dari situs resmi Ditjen Pendis kemenag RI, Kedua remaja putra ini berhasil masuk final MYRES 2018 bersama 18 kelompok peneliti lain pada tiga macam kategori bidang. Masing-masing bidang keagamaan, bidang sosial humaniora, serta bidang sains, matematika dan pengembangan teknologi. Masing-masing kategori ilmu diikuti oleh enam kelompok peneliti yang sebelumnya telah lolos seleksi dari sekitar 663 judul penelitian siswa madrasah yang masuk ke panitia.

Kepala MTs N 1 Kota Malang Samsudin, yang turut mendampingi Zaki dan Archie menuturkan hasil karya ilmiah keduanya telah lulus uji laboratorium di beberapa kampus di Kota Malang. "Mudah-mudahan penemuan ini mampu mempercepat pembuatan garam sehingga dapat meningkatkan produktivitas petani garam," tutur Samsudin. 

Ia menambahkan, secara konvensional alat yang digunakan petani garam selama ini hanya efektif digunakan saat musim panas. Sementara dengan alat sederhana yang dihasilkan kedua siswanya ini mampu bertahan pada berbagai macam cuaca.

Hal tersebut dibenarkan Zaki. “Jadi dengan alat ini, pembuatan garam tidak hanya tergantung panas matahari saja. Celtro-G ini bisa digunakan meski tidak saat musim panas karena bisa digunakan didalam ruangan,” tuturnya.

Ia pun menjelaskan agar penguapan air dalam mempercepat proses pembuatan garam efektif, Celtro-G tetap menggunakan sinar matahari dan ditaruh di luar ruangan. "Namun, alat ini tahan terhadap hujan sehingga tetap bisa digunakan di segala musim, termasuk saat musim hujan," jelasnya.

Sementara Archie menuturkan kelebihan Celtro-G dibandingkan alat konvensional. “Kalau produksi garam secara alami konvensional, petani garam kita mampu menghasilkan garam dalam waktu 30 hari. Nah, dengan menggunakan celtro-G, kita mampu menghasilkan garam murni dalam waktu sekitar 7 hingga 10 hari,” terang Archie.

Ke depan, Samsudin berharap alat yang dihasilkan dua peneliti muda bumi Arema ini dapat diproduksi secara massal karena nilai kemanfaatan bagi petani garam. Senada dengan Samsudin, Archie dan Zaki berharap alat yang mereka hasilkan ini dapat dikembangkan lagi sehingga bisa digunakan secara massal oleh petani garam.

“Kami akan mengembangkan alat ini untuk menutupi beberapa kekurangan yang ada, seperti kontrol waktu. Kami akan mencoba merealisasikan ini, kami yakin alat ini bermanfaat karena kebutuhan garam yang terus meningkat seiring jumlah penduduk yang terus bertambah,” ujar Zaki._Madrasah Hebat Bernartabat.

Inilah Daftar Siswa Madrasah Peserta Parlemen Remaja Tahun 2017

On Selasa, September 19, 2017

Sahabat Abdima,
Sekretariat Jenderal DPR RI telah menyelenggarakan kegiatan Parlemen Remaja Tahun 2017 yang berlangsung dari tanggal 10 sampai dengan tanggal 15 September 2017Kegiatan Parlemen Remaja Tahun 2017 ini berlangsung di sejumlah lokasi, yakni Wisma DPR Bogor, Balai Rehabilitasi BNN Bogor dan Gedung DPR-MPR Jakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk memasyarakatkan fungsi dan peranan DPR kepada generasi remaja, memberikan pemahaman tentang proses membuat kebijakan publik, serta meningkatkan pemahaman tentang proses demokrasi.

Siswa Madrasah Peserta Parlemen Remaja Tahun 2017

Sepuluh siswa Madrasah Aliyah terpilih sebagai peserta Parlemen Remaja 2017. Salah satu peserta terpilih Putri Azizah Restu Bumi menjelaskan bahwa para peserta dipilih melalui seleksi secara online dengan mengirimkan esai tentang Peran Parlemen dalam Menyelamatkan Generasi Muda dari Ancaman Narkoba, pada tgl 14 Agustus 2017. Menurut Putri, ada 8000-an pengirim essay dan hanya 136 yang terpilih sebagai peserta Parlemen Remaja 2017.

"Saya senang sekali dengan kegiatan ini. Semua peserta diajarkan tentang dunia politik. Pendidikan ini bisa membentuk generasi yang tak asal ngomong,tak asal protes atau kritik,” ungkap Azizah yang kini tercatat sebagai siswi dari MAN IC Batam.

Saat mengikuti proses seleksi online, siswi kelahiran Batam 7 Maret 2001 ini mengirimkan esai dengan judul "Parlemen dan generasi muda pertiwi anti narkoba.". Putri pasangan Bapak Aji Santoso dan Ibu Evy Japrijanti ini mengaku banyak mendapat pengalaman baru mengikuti kegiatan ini. Dia menjadi tahu bagaimana proses pembentukan suatu undang-undang. Selain dibekali materi tentang ke-DPR-an serta gerakan anti narkoba, peserta juga melakukan simulasi sidang DPR.

Kegiatan ini akan ditutup dengan tour kampus ke Universitas Indonesia pada Jumat 15 September 2017 mendatang. Dan berikut ini daftar 10 siswa madrasah peserta Parlemen Remaja Tahun 2017 :
  1. Putri Azizah Restu Bumi (MAN IC Batam)
  2. Muhammad Rijalul Fikri (MAN IC Bengkulu)
  3. Sriwahyu Ningsi Hengki (MAN IC Gorontalo)
  4. Jennifer Irene Amorita Hadiono (MAN IC Gorontalo)
  5. Nadia Diena Nasuha (MAN IC Gorontalo)
  6. M. Rafif Hasnum (MAN IC Jambi)
  7. Nadya Salsabila (MAN 2 Hulu Sungai Tengah, Kalsel)
  8. Qanaiya Yosheila Kinasih (MAN 2 Palangkaraya, Kalteng)
  9. Ruhil Aziz Sarah (MA al-Munawaroh, Papua)
  10. Muhammad Ramzy Muliawan (MAN 2 Pekanbaru Riau)
Demikian informasi mengenai Inilah Daftar Siswa Madrasah Peserta Parlemen Remaja Tahun 2017, semoga dapat menginspirasi siswa Madrasah lainya dan sejak dini mempersiapkan diri untuk dapat menjadi peserta kegiatan ini pada tahun-tahun mendatang._Abdi Madrasah
Sumber : Situs Resmi Kemenag

Edaran Dirjen Pendis Tentang Usulan Nama Siswa Madrasah Inspiratif

On Rabu, Juli 12, 2017

Sahabat Abdima,
Beragam prestasi Siswa-siswi Madrasah dari tahun ke tahun menunjukkan kenaikan yang signifikan baik itu prestasi ditingkat Nasional maupun prestasi pada level Internasional. Perlahan tapi pasti Motto “Madrasah Lebih Baik, Lebih Baik Madrasah” yang selama ini terus dan terus menjadi kalimat penyemangat segenap elemen Madrasah, kini tak lagi hanya menjadi slogan di hayalan belaka, namun sudah menjadi kenyataan.

Sebagai salah satu Apresiasi bagi para siswa yang berprestasi sekaligus memberikan semangat bagi siswa-siswi madrasah lainya, Dirjen Pendis pada akhir tahun 2015 telah menerbitkan sebuah buku dengan judul : Madrasah Mencetak Generasi Emas. Buku yang berisikan rekam jejak 25 siswa-siswi Madrasah yang berprestasi tersebut telah diedarkan ke madrasah-madrasah melalui Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama seluruh Indonesia.

Edaran Dirjen Pendis Tentang Usulan Nama Siswa Madrasah Inspiratif

Mengingat begitu banyaknya siswa-siswi yang berprestasi serta dalam rangka memberikan informasi sekaligus spirit bagi bagi siswa-siswi Madrasah yang belum berprestasi, Dirjen Pendis dalam hal ini Direktorat pendidikan madrasah pada akhir tahun 2016 kembali menerbitkan sebuah buku dan kali ini dengan judul : Profil Siswa-Siswi Madrasah Berprestasi 2016. Berdasarkan data Direktorat Pendidikan Madrasah pada tahun 2016 ada 128 siswa-siswi madrasah yang berprestasi. Dari 128 siswa-siswi madrasah yang berprestasi tersebut hanya 45 siswa-siswi madrasah yang rekam jejaknya dapat tercover dalam buku ini.

Sebagai tindak lanjut atas penerbitan kedua buku diatas dan dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan Madrasah dan mutu lulusan madrasah, Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah menyelenggarakan program penulisan profil siswa madrasah Inspiratif.

Disebutkan pada surat Edaran Dirjen pendis Nomor 633/Dj.I/Dt.I.I./PP.00/07/2017 perihal Usulan Nama Siswa madrasah Inspiratif bahwa kepala madrasah dan Kepala Kankemenag Kabupaten/Kota dapat mengusulkan nama siswa-siswi Madrasah yang dianggap dapat menginspirasi siswa-siswi Madrasah lainya. Adapun kategori atau ketentuan mengenai siswa-siswi Madrasah yang dianggap Inspiratif adalah sebagai berikut :
  1. Siswa teladan yang mendapatkan penghargaan dari negara atau institusi lain;
  2. Siswa Inovatif yang mempunyai kreatifitas dan skill khusus yang membanggakan;
  3. Siswa berprestasi yang memenangi kompetisi nasional maupun internasional;
  4. Siswa berdedikasi dengan perjuangan yang luar biasa di tengah keterbatasanya.
Selengkapnya surat edaran Dirjen Pendis terkait Usulan Nama Siswa Madrasah Inspiratif, silahkan di unduh untuk untuk dipelajari pada tautan dibawah ini :
USULAN NAMA SIAWA MADRASAH INSPIRATIF

Calon siswa Inspiratif yang diusulkan adalah mereka yang masih aktif belajar di MI, MTs, dan MA atau sudah menjadi alumni maksimal 2 tahun. Usulan disertai dengan penjelasan yang cukup disertai alamat atau kontak narasumber dan informan yang bisa dihubungi. Yang tidak kalah penting bahwa usulan Nama Siswa madrasah Inspiratif tersebut paling lambat tanggal 21 Juli 2017.

Demikian informasi mengenai Usulan Nama Siswa Madrasah Inspiratif, bagi rekan-rekan Guru Madarsah dan kepala Madrasah yang sekiranya memiliki ketentuan sebagaimana telah disebutkan diatas maka silahkan segera mempelajari surat edaranya dan mendaftarkanya. _Abdi Madrasah

Direktorat Pendidikan Madrasah akan selenggarakan Program Guru Pembelajar bagi Guru Madrasah

On Selasa, November 08, 2016

Sahabat Abdima,
Sifat pembelajar hendaknya dimiliki oleh setiap insan karena pada dasarnya kehidupan ini merupakan sebuah proses yang didalamnya penuh dengan ilmu dan pengalaman sehingga sesuai dengan apa yang disebut Long Life Educatian. Agama Islam mewajibkan pemeluknya untuk terus menerus belajar dan mengembangkan kemampuan nalarnya secara kontinyu bukan saja terhadap obyek-­obyek di luar dirinya, tetapi juga terhadap kehidupannya sendiri baik sebagai perorangan maupun komunitas. Adapun dalam dunia pendidikan, sifat pembelajar harus senantiasa dimiliki oleh tidak hanya siswa, melainkan juga guru sebagai bagian dari Sistem Pendidikan Nasional.

Program Guru Pembelajar bagi Guru Madrasah

Kementerian Agama dalam hal ini Ditjen Pendidikan Islam yang menaungi satuan­satuan kerja pendidikan Islam yang menyebar merata di seluruh Indonesia, memiliki tanggung jawab yang sama besar dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai dengan amanat Undang­undang Dasar Republik Indonesia.

Oleh karenanya dalam rangka meningkatkan mutu pendidik pada Madrasah seraya bergandeng tangan dengan Kemendikbud, Kemenag akan Kemenag akan selenggarakan Program Guru Pembelajar bagi Guru Madrasah dimana program ini akan lebih menyentuh guru sebagai ujung tombak pendidikan dengan tiga metode yang akan diterapkan yang sifatnya berkesinambungan.

Setelah sukses menyelenggarakan Ujian Kompetensi Guru (UKG) di tahun 2015 meskipun baru bersifat piloting, selanjutya Ditjen Pendidikan Islam melalui Direktorat Pendidikan Madrasah mencanangkan program yang koheren dengan Kemendikbud sebagai upaya membangun mutu kompetensi guru baik dari sisi profesionalisme (materi subyek ajar) maupun pedagogik (kemampuan mengajar).

Kepala Pusdiklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan Kementerian Agama, Bapak Mahsusi dalam acara Koordinasi Penyiapan Program Guru PembelajarTahun 2016 yang telah dilaksanakan pada beberapa waktu yang lalu menyampaikan bahwa Kemenag selama ini bersama­sama beriringan dengan Kemendikbud melakukan UKG untuk meningkatkan kompetensi, program guru pembelajar diharapkan bisa menunjang Ujian Kompetensi Guru (UKG).

Program Guru Pembelajar bagi Guru Madrasah direncanakan akan dilaksanakan mulai tahun 2017, program ini akan terselenggara bagi guru­guru madrasah di seluruh Indonesia dengan tiga metode yakni;
  1. Metode tatap muka (diklat);
  2. Metode daring/moda jejaring (tanpa tatap muka namun tetap diberikan tugas); dan
  3. Kombinasi tatap muka dan daring.
Ketiga metode tersebut juga akan dinilai dan dipantau oleh Kementerian Agama mana yang memberikan dampak yang paling signifikan bagi peningkatan mutu guru­-guru madrasah dalam jangka pendek dan jangka panjang.

Demikian informasi mengenai Direktorat Pndidikan Madrasah akan selenggarakan Program Guru Pembelajar bagi Guru Madrasah, semoga dapat sedikit memberi gambaran tentang kapan adanya Program Guru Pembelajar bagi Guru Madrasah dimana program tersebut saat ini telah dilaksanakan pada sekolah, kia tunggu saja, tak lupa semoga artikel ini ada manfaatnya._Abdi Madrasah

Materi MATSAMA Dan Kegiatan Awal Tahun Pelajaran Bagi Siswa RA, MI, MTs, Dan MA

On Senin, Juli 18, 2016

Sahabat Abdima,
Penerimaan Murid Baru (PMB) telah usai, liburan panjang akhir tahun ajaran telah rampung, disusul libur hari raya yang telah habis. Hari ini tanggal 18 Juli 2016 adalah hari pertama masuk pada tahun pelajaran 2016/2017. Di tahun pelajaran baru, ada murid baru yang telah siap memasuki "gerbang" baru dan tentunya di sekolah baru, tempat mencari ilmu. Selain murid baru ada juga yang masuk dikelas baru yakni satu tingkat diatas pada kelas sebelumnya.

Materi MATSAMA Dan Kegiatan Awal Tahun Pelajaran Bagi Siswa RA, MI, MTs, Dan MA

Bagi peserta didik baru pada RA dan Madrasah akan memulai kegiatan di RA dan Madrasah baru dengan mengikui kegiatan Masa Ta'aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) yang merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk peserta didik baru di Madrasah. Bagi siswa RA dan Madrasah yang naik kelas atau masuk pada kelas baru meskipun tidak melaksanakan MATSAMA namun mereka juga akan mengikuti kegiatan yang bersifat pengenalan pada kelas baru.

Berikut dibawah ini materi kegiatan MATSAMA (bagi peserta didik baru) dan Kegiatan awal tahun pelajaran bagi siswa Madrasah yang naik kelas sehingga masuk pada kelas baru :

JENJANG RAUDLATUL ATHFAL (RA) DAN MADRASAH IBTIDAIYAH (MI)

Materi MATSAMA bagi peserta didik baru RA dan peserta didik baru Kelas I (satu) MI diisi dengan kegiatan pengenalan Madrasah, antara lain :
  1. Sosialisasi;
  2. Cara belajar (belajar sambil bermain);
  3. Kumpulan data kepentingan Tata Usaha Madrasah dan Komite Madrasah;
  4. Kegiatan keagamaan;
  5. Kegiatan kepramukaan.
Adapun bagi peserta didik kelas II (dua) sampai dengan kelas VI (enam) MI dapat diadakan kegiatan yang bersifat konstruktif dan edukatif sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan peserta didik yang mencakupi kegiatan :
  • Penyusunan pengurus kelas;
  • Pengenalan warga kelas;
  • Menciptakan kegiatan yang dinamis di kelas dengan dipandu wali kelas;
  • Pembentukan kelompok belajar;
  • Menyusun tata tertib kelas;
  • Pembenahan 7 (tujuh) K (Kebersihan, Keamanan, Ketertiban, Keindahan, Kekeluargaan, Kesehatan dan Kerindangan);
  • Kegiatan keagamaan.

JENJANG MADRASAH TSANAWIYAH (MTs) DAN MADRASAH ALIYAH (MA)

Materi MATSAMA bagi peserta didik baru kelas VII (tujuh) MTs dan Kelas X (sepuluh) MA diisi dengan kegiatan MATSAMA, antara lain :
  1. Pengenalan Madrasah (program, struktur, tata tertib, kode etik/tata krama Madrasah, orientasi kepramukaan dan lain-lain);
  2. Penanaman konsep pengenalan diri peserta didik dan kegiatan keagamaan sesuai dengan tujuan pendidikan nasional;
  3. Pendidikan karakter bangsa dan agama;
  4. Kegiatan kesiswaan;
  5. Peraturan Baris Berbaris (PBB);
  6. Pembentukan pengurus kelas;
  7. Pembagian kelompok belajar;
  8. Mencatat jadual;
  9. Tata cara diskusi kelompok dengan dipandu oleh panitia dan wali kelas melakukan bimbingan.
Adapun Bagi peserta didik Kelas VIII (delapan) dan Kelas IX (sembilan) MTs serta Kelas XI (sebelas) dan Kelas XII (dua belas) MA, yang menjadi pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dapat dilibatkan dalam kegiatan MATSAMA, sedangkan yang tidak masuk dalam pengurus OSIS diisi dengan kegiatan :
  • Menyusun pengurus kelas dengan programnya/materi pembelajaran kelas;
  • Pembentukan kelompok belajar;
  • Teknik berdiskusi;
  • Pendidikan karakter bangsa dan agama;
  • Mencatat jadual;
  • Menyusun tata tertib kelas;
  • Kegiatan 7 (tujuh) K;
  • Kegiatan keagamaan;
  • Menyampaikan materi pembelajaran selama 1 (satu) tahun termasuk indikator yang ingin dicapai;
  • Penelusuran bakat dan minat siswa.

Hal terpenting yang perlu diketahui dalam pelaksanaan MATSAMA an kegiatan awal tahun pelajaran yakni semua materi tersebut diatas harus dilaksanakan dengan memuat nilai-nilai pendidikan dengan kegiatan pembiasaan dan pengembangan diri yang dilandasi nilai-nilai religius serta dipandu oleh wali kelas masing-masing dengan melibatkan guru yang mengajar di kelas tersebut.


Masa Ta'aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) Harus Zero Kekerasan Dan Kemubadziran

On Minggu, Juli 17, 2016

Sahabat Abdima,
Kegiatan belajar mengajar tahun pelajaran 2016/2017 pada Madrasah secara umum akan mulai dilaksanakan besok pagi hari senin tanggal 18 Juli 2016, Kenapa kami katakan secara umum karena pada beberapa Madrasah tertentu ada yang sudah memulai KBM Tahun Pelajaran 2016/2017 sejak hari sabtu kemarin.

Seiring dengan masuknya tahun pelajaran baru maka bagi para peserta didik baru tentu akan menjalani pengenalan lingkungan pendidikan yang baru dan untuk pengenalan ini oleh pendidikan dibawah naungan Kementerian Agama disebut dengan Masa Ta'aruf Siswa Madrasah yang selanjutnya disingkat MATSAMA yakni kegiatan yang dilaksanakan untuk peserta didik baru di Madrasah.

Masa Ta'aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) Harus Zero Kekerasan Dan Kemubadziran

Sebagaimana kami kutip dari situs resmi Kementerian Agama, Direktur Pendidikan Madrasah M. Nur Kholis Setiawan menyampaikan beberapa point penting terkait kegiatan Matsama yang antara lain :
  • Matsama merupakan serangkaian kegiatan pengenalan lingkungan sekolah kepada siswa baru. Pengenalan itu meliputi kegiatan rutin madrasah, fasilitas, nilai dan norma yang berlaku, pengenalan organisasi, sistem pembelajaran, serta pengenalan civitas madrasah.
  • Matsama perlu dilakukan sebagai upaya menjembatani siswa mengenali lingkungan barunya.
  • Matsama harus diisi dengan kegiatan edukatif, tetap mentaati peraturan atau tata tertib, serta menjunjung tinggi norma yang berlaku di madrasah.
  • Matsama wajib berisi kegiatan yang bermanfaat, bersifat edukatif, kreatif, dan menyenangkan
  • Matsama direncanakan dan diselenggarakan oleh guru karenanya dilarang adanya keterlibatan siswa senior dan atau alumni sebagai penyelenggara.
Selain point tersebut diatas Direktur Pendidikan Madrasah juga menegaskan bahwa Matsama dilarang bersifat perploncoan atau tindak kekerasan yang lainnya dan untuk itu telah diterbitkan surat edaran kepada Kanwil Kemenag Provinsi di seluruh Indonesia untuk diteruskan kepada madrasah dimana pada surat edaran tersebut mengatur sanksi yang akan diberikan atas pelanggaran terhadap aturan yang telah ditetapkan, utamanya terkait dengan tindak kekerasan atau perpeloncoan.

Demikian info mengenai Masa Ta'aruf Siswa Madrasah Harus Zero Kekerasan Dan Kemubadziran, selamat memasuki tahun pelajaran baru yakni tahun pelajaran 2016/2017 semoga madrasah semakain baik, senantiasa lebih baik, dan menjadi lembaga pendidikan yang terbaik._Abdi Madrasah

Dua Medali Emas OSN Tahun 2016 Bidang Astronomi Diraih Siswa Madrasah

On Senin, Mei 23, 2016

Sorak sorai ribuan siswa SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA peserta Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2016 pecah, sesaat setelah MC mengumumkan pemenang medali emas bidang Astronomi. Riuh tepuk tangan membahana di Palembang Sport and Convention Center, tempat berlangsungnya upacara penutupan OSN 2016.

Dua Medali Emas OSN Tahun 2016 Bidang Astronomi Diraih Siswa Madrasah

“Selamat kepada… Najibul Kaffin dari MAN Insan Cendekia Gorontalo,” sebut MC dengan suara menggelegar menjawab teka-teki siapa peraih medali emas bidang Astronomi.

Najibul Kaffin tak kuasa menahan haru saat namanya diumumkan sebagai salah satu dari lima peraih medali emas bidang Astronomi. Terisak menahan haru dan tangis, ia pun melangkah mantap maju ke atas panggung untuk menerima medali

Belum hilang merasai kebahagiaan Najibul Kaffin sebagai penerima medali emas, kebanggaan kontingen madrasah kembali membuncah seiring disebutnya satu nama lagi dari siswa madrasah sebagai peraih medali emas bisang Astronomi. “Ahmad Sirajul Millah dari MAN Insan Cendekia Serpong Banten,” sebut MC lagi sembari mengajak Naufal ke atas panggung.

Ditemui usai menerima medali, Sirajul Millah mengaku gugup saat namanya dijemput. Baginya, OSN Palembang adalah ajang pengalaman pertamanya mengikuti lomba tingkat nasional. Istimewa, karena pengalaman perdana itu langsung diganjar dengan medali emas.

Khas siswa madrasah, Sirajul Millah yang saat ini menduduki kelas 11 tidak lupa sujud syukur. Bersama pemenang lainnya, dia naik ke atas panggung guna menerima medali sebagai wujud apresiasi atas sebuah capaian prestasi. Selain medali emas, masing-masing dari mereka akan mendapat hadiah sebesar Rp. 7 juta.

Atas prestasi ini, Najibul Kaffin dan Sirajul Millah menyampaikan terima kasih kepada para guru di madrasah dan Kementerian Agama atas segala bimbingan dan pendampingannya selama ini. Sebagai guru, Sartini yang ikut mendampingi Najibul Kaffin sejak seleksi di madrasah mengaku bangga. Menurutnya, OSN menjadi wahana memupuk rasa percaya diri dan optimisme para siswa dalam memandang masa depan.

Artikel dikutip dari situs resmi Direktorat Pendidikan Madrasah Kemenag RI. Selamat._Abdi Madrasah