ABDI MADRASAH

ABDI MADRASAH

Pengunjung

Diberdayakan oleh Blogger.
Petunjuk Teknis Tunjangan Fungsional (STF-GBPNS) Bagi Guru RA Dan Madrasah Tahun 2016

On 05.00

Sahabat Abdima,
Kementerian Agama terus berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan guru RA dan Madrasah yang diharapkan peningkatan kesejahteraan ini berimplikasi pada peningkatan mutu dan kualitas pembelajaran pada Madrasah. Salah satu upaya tersebut diantaranya adanya Pemberian Subsidi Tunjangan Fungsional bagi Guru RA/Madrasah Bukan Pegawai Negeri Sipil (STF-GBPNS) yang biasa kita sebut TF ataupun TUFUS.

Petunjuk Teknis Tunjangan Fungsional (STF-GBPNS) Bagi Guru RA Dan Madrasah Tahun 2016

Untuk itu, dalam rangka pelaksanaan pemberian STF-GBPNS Tahun 2016 maka baru-baru ini Kementerian Agama melalui Direktur Jenderal Pendidikan Islam telah menerbitkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 1029 Tahun 2016 yang mengatur tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pemberian Subsidi Tunjangan Fungsional Bagi Guru RA dan Madrasah Bukan Pegawai Negeri Sipil (STF-GBPNS)Tahun 2016.

Sasaran atau penerima STF-GBPNS Tahun 2016 ini tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yakni Guru dengan kriteria/persyaratan sebagai berikut :

Umum :
  • Berstatus sebagai Guru RA/Madrasah; 
  • Bukan PNS atau CPNS pada Kementerian Agama atau instansi lain.
Khusus :
  • Aktif mengajar di RA, MI, MTs atau MA dan terdaftar di program SIMPATIKA (Sistem Informasi dan Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kementerian Agama); 
  • Memiliki Nomor PTK Kementerian Agama (NPK) dan/atau Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK); 
  • Berstatus sebagai Guru Tetap pada satuan pendidikan yang memiliki izin pendirian dari Kementerian Agama (negeri dan swasta). Pengertian Guru Tetap adalah jika yang bersangkutan bertugas pada RA/Madrasah swasta, maka SK Pengangkatan oleh Ketua Yayasan. Jika yang bersangkutan bertugas pada RA/Madrasah Negeri, maka SK Pengangkatan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota atau Kepala Madrasah Negeri yang bersangkutan; 
  • Bukan penerima bantuan sejenis yang dananya bersumber dari DIPA Kementerian Agama. Guru RA/Madrasah yang menjadi penerima bantuan tunjangan profesi atau bantuan tunjangan khusus tetap dapat menjadi penerima tunjangan fungsional ini jika memenuhi persyaratan yang diatur dalam Peunjuk teknis ini dan dananya tersedia.
Lebih jelas dan selengkapnya mengenai Juknis Pemberian Subsidi Tunjangan Fungsional bagi Guru RA/Madrasah Bukan Pegawai Negeri Sipil (STF-GBPNS) Tahun 2016, silahkan unduh pada tautan dibawah ini :
JUKNIS STF-GBPNS RA/MADRASAH TAHUN 2016

Besar Nominal STF-GBPNS tahun 2016 masih sama seperti tahun 2015 yakni sebesar Rp. 250.000,- (dua ratus lima puluh ribu rupiah) per-orang per-bulan, dan berlaku untuk 12 (dua belas) bulan (terhitung mulai Bulan Januari 2016), sehingga total penerimaan untuk 1 (satu) tahun adalah Rp. 3.000.000,- (tiga juta rupiah).


Revisi Juknis Penulisan Blanko Ijazah MI, MTs,MA dan SHUAMBN MTs dan MA Tahun Pelajaran 2015/2016

On 05.00

Sahabat Abdima,
Ijazah dan Sertifikat Hasil Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (SHUAMBN) merupakan salah satu dokumen negara yang diperoleh peserta didik setelah menyelesaikan satuan pendidikan tertentu. Karena itu, kebenaran data dan informasi yang tercantum di dalamnya mutlak diperlukan.

Revisi Juknis Penulisan Blanko Ijazah MI, MTs,MA dan SHUAMBN MTs dan MA Tahun Pelajaran 2015/2016

Ijazah untuk peserta didik Madrasah Ibtidaiyah (MI) diberikan kepada mereka yang telah mengikuti Ujian Madrasah dan dinyatakan lulus dari satuan pendidikan. Untuk tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA), Ijazah diberikan kepeda peserta didik yang telah mengikuti Ujian Nasional dan dinyatakan lulus dari satuan pendidikan. SHUAMBN diberikan kepada peserta didik yang telah mengikuti Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab untuk tingkat MTs dan MA.

Berdasarkan hal-hal tersebut, maka Direktur Jenderal Pendidikan Islam merasa sangat perlu untuk menerbitkan petunjuk teknis tentang Penulisan dan Pengisian Blanko Ijazah Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA) dan Sertifikat Hasil Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (SHUAMBN) Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) Tahun Pelajaran 2015/2016 perlu adanya Petunjuk Teknis Penulisan dan Pengisian blanko Ijazah dan SHUAMBN sebagai acuan dan petunjuk dalam pengelolaannya di madrasah.

Petunjuk Teknis Penulisan dan Pengisian Blanko Ijazah MI, MTs,MA dan SHUAMBN MTs dan MA Tahun Pelajaran 2015/2016 yang akan kami bagikan ini merupakan edisi revisi dimana file ini kami dapat dari situs resmi Kanwil Kemenag DIY. Silahkan download filenya pada tautan dibawah ini :


Direktorat Madrasah Kembali Menggelar Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional (PPMN)

On 05.40

Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Madrasah kembali menggelar Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional (PPMN) untuk yang kedua kalinya. Kegiatan ini berlangsung mulai hari ini, Selasa-Sabtu (24 sampai dengan 28 Mei 2016) di Bumi Perkemahan Pantai Liang, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku dengan fokus pada problem-problem global yang sedang menimpa generasi muda.

Direktorat Madrasah Kembali Menggelar Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional (PPMN)

Sebagaimana kami kutip dari situs pendidikanislam.id, Direktur Pendidikan Madrasah M. Nur Kholis Setiawan dalam jumpa pers di Kantor Kemenag Jakarta Pusat mengatakan, keberadaan Pramuka sebagai sebuah wadah positif menumbuhkembangkan wawasan kebangsaan dan penguatan budaya penting untuk menjadi titik pijak pendidikan bagi generasi muda.

“Kegiatan Pramuka ini sangat penting di saat bangsa Indonesia prihatin dengan problem generasi muda bangsa dewasa ini, antara lain terkait menurunnya jiwa nasionalisme, meningkatnya berbagai kenakalan remaja, dan meningkatnya kasus radikalisme dan tindakan terorisme di kalangan generasi muda,” ujar Nu Kholis Setiawan.

Menurutnya, gerakan pramuka selaku penyelenggara pendidikan kepramukaan mempunyai peran besar dalam pembentukan kepribadian generasi muda sehingga memiliki pengendalian diri dan kecakapan hidup untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global.

Dalam kegiatan yang mengambil tema besar Membangun Kemandirian dalam Bingkai Persatuan menuju Cita Bahari Indonesia ini selain menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti kegiatan keagamaan, pendidikan dan seni budaya, keterampilan, wisata, bakti sosial, kegiatan yang diikuti oleh perwakilan siswa Madrasah Tsanawiyah di Indonesia ini juga akan digelar berbagai kegiatan lomba produktif._Abdi Madrasah

Dua Medali Emas OSN Tahun 2016 Bidang Astronomi Diraih Siswa Madrasah

On 05.00

Sorak sorai ribuan siswa SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA peserta Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2016 pecah, sesaat setelah MC mengumumkan pemenang medali emas bidang Astronomi. Riuh tepuk tangan membahana di Palembang Sport and Convention Center, tempat berlangsungnya upacara penutupan OSN 2016.

Dua Medali Emas OSN Tahun 2016 Bidang Astronomi Diraih Siswa Madrasah

“Selamat kepada… Najibul Kaffin dari MAN Insan Cendekia Gorontalo,” sebut MC dengan suara menggelegar menjawab teka-teki siapa peraih medali emas bidang Astronomi.

Najibul Kaffin tak kuasa menahan haru saat namanya diumumkan sebagai salah satu dari lima peraih medali emas bidang Astronomi. Terisak menahan haru dan tangis, ia pun melangkah mantap maju ke atas panggung untuk menerima medali

Belum hilang merasai kebahagiaan Najibul Kaffin sebagai penerima medali emas, kebanggaan kontingen madrasah kembali membuncah seiring disebutnya satu nama lagi dari siswa madrasah sebagai peraih medali emas bisang Astronomi. “Ahmad Sirajul Millah dari MAN Insan Cendekia Serpong Banten,” sebut MC lagi sembari mengajak Naufal ke atas panggung.

Ditemui usai menerima medali, Sirajul Millah mengaku gugup saat namanya dijemput. Baginya, OSN Palembang adalah ajang pengalaman pertamanya mengikuti lomba tingkat nasional. Istimewa, karena pengalaman perdana itu langsung diganjar dengan medali emas.

Khas siswa madrasah, Sirajul Millah yang saat ini menduduki kelas 11 tidak lupa sujud syukur. Bersama pemenang lainnya, dia naik ke atas panggung guna menerima medali sebagai wujud apresiasi atas sebuah capaian prestasi. Selain medali emas, masing-masing dari mereka akan mendapat hadiah sebesar Rp. 7 juta.

Atas prestasi ini, Najibul Kaffin dan Sirajul Millah menyampaikan terima kasih kepada para guru di madrasah dan Kementerian Agama atas segala bimbingan dan pendampingannya selama ini. Sebagai guru, Sartini yang ikut mendampingi Najibul Kaffin sejak seleksi di madrasah mengaku bangga. Menurutnya, OSN menjadi wahana memupuk rasa percaya diri dan optimisme para siswa dalam memandang masa depan.

Artikel dikutip dari situs resmi Direktorat Pendidikan Madrasah Kemenag RI. Selamat._Abdi Madrasah

Siswa Madrasah Boyong 27 Medali Pada Ajang OSN 2016

On 23.47

Olimpiade Sains Nasional (OSN) tahun 2016 di Palembang sudah selesai. OSN Palembang yang berlangsung sejak Senin 5 Mei 2016 lalu resmi ditutup. Tidak dapat hadir dalam upacara penutupan Mendikbud Anies Baswedan melalui Video Conference berharap pengalaman selama 4 sampai 5 hari selama mengikuti OSN hendaknya dapat menjadi pembelajaran sehingga semua siswa yang telah saling berinteraksi dapat mengambil pelajaran dan refleksi bersama.

Siswa Madrasah Boyong 27 Medali Pada Ajang OSN 2016

Pada ajang OSN ahun 2016 ini sejumlah siswa telah mengukir prestasi, tak terkecuali para siswa madrasah yang ikut terlibat diajang lomba ini yang berhasil dengan prestasi yang membanggakan yakni dengan membawa pulang 27 medali. Atas prestasi ini, Direktur Pendidikan Madrasah M. Nur Kholis Setiawan menyampaikan apresiasi dan selamat atas prestasi siswa madrasah.
“Selamat atas prestasi yang telah diraih. Kalian telah membuktikan dakwah untuk madrasah diarena OSN. Mudah-mudahan torehan prestasi tersebut menambah semangat dan geliat siswa madrasah yang belum berprestasi dalam ajang OSN untuk senantiasa berprestasi dalam semua bidang,” kata M. Nur Kholis.
Berikut dibawah ini daftar siswa madrasah peraih medali pada ajang OSN 2016
  • Tingkat SD/MI,
MIN 1 Malang meraih medali Perunggu bidang IPA.
  • Tingkat SMP/MTs,
Pada bidang IPA, MTs 1 Malang dan MTs Khusnul Khotimah Jatim, masing-masing berhasil meraih medali perunggu.
  • Tingkat SMA/MA,
Empat medali perunggu diraih oleh MAN IC Serpong, yaitu: bidang Matematika (Muhammad Rifqi Zein), Kimia (Abdullah Muqoddam), Biologi (Ihsan Fauzan), Ekonomi (Muhammad Raihan Ramadhan). MAN IC Gorontalo meraih 5 medali perunggu, pada bidang Kimia (Izzy Granary), Biologi (Fitri Aulia Rachman), Astronomi (Mocahmmad Ilham Zamzami), dan dua medali bidang Kebumian (Azrie Ezziat Putera Muhammad dan Ana Nurul Hidayati).

Empat medali perunggu lainnya diperoleh siswa MAN 3 Malang, pada bidang Astronomi (Helmy Yoga Prakoso), Informatika/komputer (Muhammad Refindo Azhar), Geografi (Ahmad Islahudin Daliputra), dan Geografi (Moch. Sholehuddin Usni Alfaridz). Tidak mau ketinggalan, satu medali perunggu disumbangkan oleh MAN IC Jambi pada bidang Kebumian atas nama Muhammad Syamsul A.

Selain itu, siswa madrasah juga berhasil meraih 8 medali perak, yakni: satu medali bidang Fisika diraih M Tamamul Furdaus (MAN IC Serpong), dua medali bidang Kimia diraih M Naufal Najib Sanjaya dan Adiba Nur Asri (MAN 3 Malang), satu medali bidang Kebumian diraih Agni Shalha Ali (MAN 3 Malang), satu medali bidang Astronomi atas nama Rizqi Aldila Umas (MAN 3 Malang), bidang Ekonomi diraih Dwiki Darmawan (MAN 1 Jogja), serta dua medali bidang Geografi masing-masing diraih Almira Janissa Nerayani (MAN 4 Jakarta) dan Atika Shobrina (MAN IC Gorontalo).

Dan yang paling membanggakan dua medali emas diraih oleh Najib Kaffin (MAN IC Gorontalo) dan Ahmad Sirojul Millah (MAN IC Serpong) pada bidang Astronomi.
Sumber : Situs Resmi Direktorat Madrasah Kemenag RI

Selamat atas prestasi yang telah diraih Madrasah pada ajang OSN tahun 2016, semoga diajang yang sama pada tahun yang mendatang akan lebih baik lagi._Abdi Madrasah